Davina Karamoy: Mama Adalah Tempat Pulang, Pengalaman Patah Hati Justru Jadi Pelajaran Hidup

banner 468x60

MPTV Indonesia – Di balik kesuksesannya sebagai aktris, Davina Karamoy mengaku memiliki sosok yang selalu menjadi sandaran dalam setiap fase kehidupannya, yakni sang ibunda, Esther Novita. Hubungan keduanya terjalin sangat erat hingga Davina tak pernah ragu menceritakan berbagai persoalan pribadi, termasuk urusan asmara.

Pemeran Dinar dalam film Andai Waktu Bisa Diulang Kembali itu mengenang salah satu momen saat dirinya mengalami patah hati ketika masih duduk di bangku SMA. Kesedihan yang dirasakannya saat itu membuat Davina menangis dan mencari pelukan sang ibu.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Namun, respons yang diterimanya justru jauh dari kata dramatis. Sang ibu memilih menyikapi situasi tersebut dengan santai sambil mengingatkan bahwa putus cinta bukanlah akhir dari segalanya, apalagi di usia yang masih sangat muda.

Menurut Davina, nasihat sederhana itu perlahan mengubah cara pandangnya dalam menghadapi masalah. Ia belajar untuk tidak terlalu tenggelam dalam kesedihan dan lebih fokus menjalani kehidupan dengan langkah yang lebih tenang.

“Sejak saat itu aku jadi belajar untuk nggak terlalu berlarut-larut. Mama selalu mengajarkan supaya menghadapi semuanya dengan santai,” ungkap Davina saat ditemui di kawasan Pinang Ranti, Jakarta Timur, Jumat (26/6/2026).

Nilai-nilai yang ditanamkan sang ibu ternyata ikut membentuk karakter Davina hingga sekarang. Ia mengaku menjadi pribadi yang lebih mudah menerima keadaan dan tidak terbiasa menyesali keputusan atau kejadian yang telah berlalu.

Kedekatan emosional tersebut juga menjadi modal penting bagi Davina ketika membintangi film Andai Waktu Bisa Diulang Kembali. Dalam film itu, ia memerankan Dinar, seorang perempuan yang memiliki hubungan sangat dekat dengan ibunya, Mama Endang, yang diperankan Vonny Anggraini.

Cerita film berpusat pada perjuangan seorang ibu yang diam-diam menyembunyikan penyakit kanker dan beban utang keluarga agar putrinya tetap bisa menjalani hidup dengan bahagia. Di sisi lain, Dinar harus menghadapi dilema besar ketika kondisi ekonomi keluarga memburuk.

Konflik semakin rumit setelah kehadiran Faiz yang diperankan Farhan Rasyid, serta Firman yang diperankan Bismo Satrio, yang menawarkan jalan keluar dengan konsekuensi yang menguji harga diri Dinar.

Disutradarai Muhammad Amrul Ummami, film produksi FMM Studios dan Langit Pictures ini dijadwalkan tayang di bioskop seluruh Indonesia mulai 30 Juli 2026. Mengangkat tema keluarga, kasih sayang, dan pengorbanan, film tersebut diharapkan mampu menyentuh emosi penonton melalui kisah yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.***

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *