Sal Priadi Ubah Lagu Anak-anak Jadi Simbol Kelelahan Generasi Kerja di OST Monster Pabrik Rambut

Sal Priadi Ubah Lagu Anak-anak Jadi Simbol Kelelahan Generasi Kerja di OST Monster Pabrik Rambut
Sal Priadi Ubah Lagu Anak-anak Jadi Simbol Kelelahan Generasi Kerja di OST Monster Pabrik Rambut
banner 468x60

MPTV Indonesia | Di tangan Sal Priadi, lagu sederhana bisa berubah menjadi sesuatu yang menghantui. Setelah dikenal lewat karya-karya romantis yang lembut dan penuh metafora, kini Sal menghadirkan sisi paling getir dari realitas hidup pekerja lewat lagu “Kepala, Pundak, Kerja Lagi”, soundtrack utama film Monster Pabrik Rambut.

Lagu ini terasa berbeda sejak detik pertama. Sal mengambil frasa yang akrab di telinga sejak masa kecil, lalu memelintirnya menjadi simbol tekanan hidup orang dewasa—tentang tubuh yang dipaksa terus bergerak, jam kerja yang tak selesai, dan pikiran yang nyaris tak diberi ruang istirahat.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Perubahan arah musikal itu menjadi salah satu eksplorasi paling berani dalam perjalanan karier Sal Priadi. Jika sebelumnya ia identik dengan lagu cinta yang sendu dan personal, kali ini ia berbicara tentang realitas sosial yang lebih keras: overwork dan budaya lembur yang diam-diam dianggap normal.

“Tema filmnya sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari. Tentang kerja terus-menerus, kelelahan, dan tekanan yang sering dianggap biasa,” ungkap Sal mengenai proses kreatifnya.

Bukan hanya tema yang berubah, proses penciptaannya pun tak biasa. Untuk pertama kalinya, Sal menulis lagu langsung di lokasi syuting film. Atmosfer set produksi disebut memberi pengaruh besar terhadap nuansa lagu yang akhirnya terdengar seperti nyanyian kolektif para pekerja yang hidup di bawah tekanan sistem.

Dalam proyek ini, Sal juga keluar dari pola aransemen yang biasa ia gunakan. Ia menggandeng produser elektronik Attila Syah untuk menciptakan soundscape yang lebih dingin, repetitif, dan industrial—mencerminkan ritme kerja yang monoton namun melelahkan.

Tak heran jika lagu tersebut cepat menyebar di media sosial. Banyak pekerja muda merasa lirik dan atmosfernya begitu relate dengan kehidupan mereka sehari-hari. Sejak dirilis pada momen Hari Buruh, video lirik “Kepala, Pundak, Kerja Lagi” telah ditonton jutaan kali di YouTube dan mulai disebut sebagai “anthem lembur” oleh warganet.

Film Monster Pabrik Rambut sendiri bukan horor biasa. Disutradarai Edwin dan diproduksi Palari Films, film ini menggabungkan horor supernatural dengan kritik sosial tentang eksploitasi tenaga kerja.

Ceritanya mengikuti Putri yang kehilangan ibunya setelah bekerja tanpa henti di sebuah pabrik. Namun kematian itu ternyata menyimpan misteri kelam yang berkaitan dengan sosok hitam dan teror yang muncul akibat manusia dipaksa terus bekerja tanpa tidur.

Deretan pemain seperti Rachel Amanda, Lutesha, Iqbaal Ramadhan, Didik Nini Thowok, hingga Sal Priadi sendiri membuat film ini semakin dinanti menjelang penayangannya pada 4 Juni 2026.

Melalui lagu dan film ini, Sal Priadi tampaknya sedang menunjukkan satu hal: horor hari ini tak selalu datang dari makhluk gaib, tapi juga dari rutinitas kerja yang perlahan menggerus manusia.***

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *