DEPOK, MPTV Indonesia – Semangat membangun generasi muda yang kritis, cerdas dalam menggunakan teknologi, serta memiliki karakter kembali digaungkan melalui program “Sirkuit Literasi Goes To School”. Salah satu sosok yang turut ambil bagian dalam gerakan tersebut adalah Aisyah Maulida Rizki, Miss Hijab Sosial Jawa Barat 2026.
Mengusung tema “Membangun Generasi Kritis, Cerdas Digital, dan Berkarakter melalui Literasi yang Menyenangkan”, kegiatan ini menyelesaikan rangkaian Chapter 1 setelah menyambangi dua sekolah di Jawa Barat.
Salah satu kegiatan berlangsung di SMK Al Ihsan Bedahan, Depok, pada Senin, 10 Agustus 2026. Sekitar 60 siswa kelas 10, 11, dan 12 mengikuti kegiatan yang dikemas secara interaktif dan tidak sekadar menghadirkan materi satu arah.
Dalam sesi literasi digital, para peserta diajak memahami bagaimana menyikapi derasnya informasi di media sosial dan berbagai platform digital. Siswa juga mengikuti praktik bedah berita terkini untuk menguji kemampuan mereka dalam menganalisis informasi, mengenali ciri-ciri berita hoaks, serta membedakan informasi yang dapat dipercaya dan yang perlu dipertanyakan kembali.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan workshop personal branding dan etika profesional. Materi tersebut menjadi bekal bagi para siswa agar tidak hanya cakap menggunakan teknologi, tetapi juga mampu membangun citra diri yang positif serta memahami pentingnya etika ketika berinteraksi di ruang digital maupun lingkungan profesional.
Aisyah Maulida Rizki menilai literasi saat ini tidak lagi sebatas kemampuan membaca dan menulis. Di tengah derasnya arus informasi digital, generasi muda perlu memiliki kemampuan untuk berpikir kritis sebelum mempercayai, menyebarkan, atau mengambil keputusan berdasarkan sebuah informasi.
“Literasi harus dibuat menyenangkan dan dekat dengan kehidupan anak muda. Mereka perlu diberikan ruang untuk berdiskusi, menganalisis informasi, dan berani menyampaikan pendapat dengan tetap mengedepankan etika,” ujar Aisyah.
Program Sirkuit Literasi Goes To School ini terlaksana melalui kolaborasi bersama Mahasiswa Kampus Universitas Islam Depok, Paguyuban Duta Baca Kota Depok, serta Speak Grow Shine. Kegiatan juga mendapat dukungan dari Gifted by Harmoni yang menghadirkan merchandise custom Sirkuit Literasi bagi para peserta.
Kehadiran berbagai pihak tersebut memperlihatkan bahwa penguatan literasi generasi muda membutuhkan kolaborasi lintas komunitas, pendidikan, dan masyarakat. Sekolah menjadi ruang strategis untuk menanamkan kemampuan berpikir kritis sekaligus membangun karakter sejak dini.
Sirkuit Literasi sendiri telah hadir dan bergerak selama sekitar dua tahun terakhir. Program ini diharapkan tidak berhenti pada kegiatan kunjungan sekolah, tetapi terus berkembang menjadi gerakan literasi yang menjangkau lebih banyak anak muda.
Ke depan, Sirkuit Literasi berkomitmen untuk terus bergerak mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin 4 tentang pendidikan berkualitas dan poin 10 mengenai pengurangan kesenjangan.
Dengan semangat tersebut, Aisyah Maulida Rizki bersama para kolaborator ingin membawa pesan bahwa literasi bukan sekadar kegiatan membaca buku, melainkan kemampuan untuk berpikir, memilah informasi, membangun karakter, dan mengambil keputusan secara cerdas.
Dari sekolah ke sekolah, gerakan ini diharapkan mampu melahirkan generasi yang bukan hanya aktif di dunia digital, tetapi juga kritis, berkarakter, bertanggung jawab, dan siap menjadi bagian dari perubahan positif di Jawa Barat, Indonesia, hingga dunia.***










