Bukan Jalur Instan! DUA Lahir dari 4 Penolakan, Kini Naila dan Dhimas Siap Bicara Global Lewat “Let Go”

banner 468x60

MPTV Indonesia – Menjadi anak dari seorang musisi besar ternyata bukan jaminan untuk mendapatkan jalan mulus di industri musik. Hal itu dirasakan langsung oleh Naila, yang bersama Dhimas membentuk duo musik bernama DUA.

Di bawah arahan sang ayah, Ady, Naila justru harus melewati proses yang tidak mudah.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Tidak ada jalur khusus.

Tidak ada perlakuan istimewa.

Bahkan sebelum single terbaru mereka, “Let Go”, berhasil mendapatkan lampu hijau, Naila dan Dhimas harus menerima kenyataan bahwa empat demo lagu mereka sebelumnya ditolak.

Namun, dari proses penuh evaluasi itulah DUA akhirnya menemukan karya yang diyakini mampu merepresentasikan identitas musikal mereka.

Setelah memperkenalkan diri melalui single debut “Sick”, DUA kini kembali dengan “Let Go”, sebuah lagu yang membawa energi emosional sekaligus memperlihatkan chemistry dua musisi muda dengan karakter berbeda.

Naila menjadi sosok di balik kekuatan cerita.

Ia membawa lirik-lirik yang personal, emosional, dan memiliki sudut pandang yang dekat dengan pengalaman banyak orang.

Sementara Dhimas hadir dengan kemampuannya membangun melodi dan notasi yang mudah melekat di kepala.

Dua karakter berbeda.

Satu visi.

Dan dari sanalah nama DUA menemukan maknanya.

Empat Lagu Ditolak, “Let Go” Justru Lahir di Saat Tak Terduga

Perjalanan menuju “Let Go” bukan cerita tentang sebuah lagu yang langsung sempurna sejak awal.

Justru sebaliknya.

Naila dan Dhimas harus melewati proses kurasi yang ketat sebelum menemukan formula yang tepat.

Ady, yang dikenal sebagai musisi sekaligus komposer dengan pengalaman panjang di industri musik Indonesia, mengambil peran penting dalam perjalanan kreatif DUA melalui label Adyctivity.

Namun, posisinya sebagai ayah Naila tidak membuat proses tersebut menjadi lebih mudah.

Di ruang produksi, Ady memilih menjadi produser.

Bukan ayah.

Standar tinggi tetap diterapkan kepada Naila dan Dhimas. Setiap karya harus memiliki kualitas, karakter, dan alasan kuat untuk dirilis.

Setelah empat lagu sebelumnya belum berhasil melewati proses seleksi, justru sebuah momen kreatif di menit-menit akhir membawa kejutan.

Lirik dari Naila bertemu dengan melodi racikan Dhimas.

Sebuah chemistry muncul.

Dan “Let Go” lahir.

Karya tersebut kemudian menjadi lagu yang berhasil mendapatkan keyakinan penuh untuk membawa DUA melangkah ke fase berikutnya.

Tentang Berhenti Mengejar Seseorang yang Tak Layak Dipertahankan

“Let Go” membawa pesan yang sederhana, tetapi memiliki kekuatan emosional.

Tentang seseorang yang akhirnya menyadari bahwa tidak semua hubungan harus dipertahankan.

Ada saatnya berhenti menangis.

Ada saatnya berhenti menyesal.

Dan ada waktunya untuk berhenti memberikan perhatian kepada seseorang yang sebenarnya tidak pernah benar-benar menghargai kita.

Melalui lagu ini, DUA mencoba menyampaikan bahwa merelakan bukan berarti kalah.

Justru terkadang, melepaskan adalah bentuk keberanian terbesar untuk kembali memilih diri sendiri.

Pesan tersebut dikemas melalui lirik berbahasa Inggris, sebuah pilihan yang sejak awal menjadi bagian dari arah musikal DUA.

Mereka tidak ingin membatasi musiknya hanya pada satu wilayah.

DUA membawa visi yang lebih luas.

Musik yang lahir dari Indonesia, tetapi ingin berbicara kepada pendengar di mana saja.

Malaysia Jadi Pilihan untuk Visual “Let Go”

Keseriusan DUA dalam membangun identitas mereka juga terlihat dari sisi visual.

Untuk memperkuat cerita dan emosi dalam “Let Go”, penggarapan video musik dilakukan di Malaysia.

Konsep visual tersebut menjadi bagian dari langkah DUA untuk membangun karakter artistik yang lebih sinematik dan memiliki nuansa internasional.

Bukan sekadar merilis lagu.

DUA ingin membangun sebuah pengalaman.

Mulai dari musik, cerita, hingga visual.

Kini, “Let Go” telah resmi tersedia di berbagai Digital Streaming Platform (DSP).

Sementara video musik resminya akan segera hadir melalui kanal YouTube ADYCTIVITY.

Setelah “Sick”, DUA kini memasuki babak baru.

Empat lagu mungkin pernah ditolak.

Namun, penolakan itu justru membawa mereka menuju satu karya yang akhirnya menemukan tempatnya.

Dan mungkin, itulah cerita paling menarik dari “Let Go”.

Sebelum benar-benar bisa melepaskan sesuatu, terkadang seseorang memang harus terlebih dahulu belajar untuk tidak menyerah.***

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *