Bukan Sekadar Preloved, AnnisaThatsa Dorong Gaya Hidup Fashion Berkelanjutan di GAUL 2026

banner 468x60

BANDUNG, MPTV Indonesia – Pakaian yang sudah lama tersimpan di lemari tak selamanya harus berakhir menjadi barang yang tidak terpakai. Di tangan Annisa, pemilik akun Instagram @Annisathatsa, koleksi fashion yang masih berkualitas justru mendapatkan kesempatan untuk menemukan pemilik baru.

Hal tersebut terlihat dalam gelaran GAUL 2026 di Bandung Creative Hub, Minggu (26/7/2026). Booth Annisa menjadi salah satu pilihan pengunjung yang ingin berburu busana stylish dengan harga lebih bersahabat.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Bagi Annisa, menjual fashion preloved bukan hanya tentang mengurangi tumpukan pakaian di rumah. Ada nilai keberlanjutan yang ingin ia bangun, yakni memperpanjang usia pakai sebuah pakaian agar tetap memberikan manfaat.

“Karena baju di rumah sudah menumpuk, kalau diberikan kepada orang lain belum tentu cocok atau terpakai. Jadi lebih baik dijual dengan harga yang terjangkau supaya bisa dipakai orang lain dan tidak mubazir,” kata Annisa saat ditemui di GAUL 2026.

Koleksi yang dibawanya pun memiliki cerita tersendiri. Sebagian pakaian merupakan koleksi yang ia kenakan sebelum menikah. Seiring perubahan aktivitas dan ukuran tubuh setelah menjadi ibu, sejumlah pakaian tersebut akhirnya tidak lagi digunakan.

Daripada hanya memenuhi lemari, Annisa memilih memberikan kesempatan kepada pakaian-pakaian tersebut untuk digunakan oleh orang lain.

Menyasar Anak Muda

Konsep tersebut kemudian mempertemukan koleksi pribadi Annisa dengan pasar yang membutuhkan fashion berkualitas dengan harga terjangkau.

Ia melihat pelajar dan mahasiswa sebagai salah satu kelompok yang cukup potensial. Selain pertimbangan harga, kelompok tersebut juga dinilai memiliki ketertarikan tinggi terhadap fashion.

“Kebanyakan target kami memang pelajar dan mahasiswa karena ukuran mereka biasanya lebih kecil. Koleksi yang tersedia juga cukup beragam,” tuturnya.

Untuk menjaga kepercayaan pembeli, Annisa tidak sembarangan memasukkan barang ke dalam koleksinya. Pakaian yang ditawarkan terlebih dahulu diseleksi agar kondisinya tetap layak dan menarik untuk digunakan.

“Yang kami jual bukan pakaian yang sudah tidak layak. Semuanya masih bagus dan masih sangat layak dipakai, hanya statusnya preloved sehingga harganya lebih terjangkau,” ujarnya.

Menariknya, koleksi di booth @Annisathatsa tidak hanya berasal dari lemari pribadinya. Sejumlah pakaian juga merupakan titipan dari teman-temannya. Hal itu membuat pilihan ukuran menjadi lebih beragam, mulai dari XS hingga L.

Kemeja dan Celana Panjang Jadi Favorit

Selama dua hari pelaksanaan GAUL 2026, Annisa melihat pola tersendiri dari minat pengunjung. Kemeja lengan panjang dan celana panjang menjadi dua jenis pakaian yang cukup banyak diburu.

Menurut Annisa, kondisi tersebut tidak terlepas dari karakter mayoritas pengunjung yang mengenakan hijab. Busana yang lebih tertutup tetap menjadi pilihan, namun pengunjung tetap ingin mendapatkan model yang kekinian.

Harga yang lebih rendah dibandingkan produk baru menjadi daya tarik tersendiri.

Sejumlah pengunjung bahkan mengaku terkejut ketika mengetahui pakaian yang kondisinya masih bagus dapat diperoleh dengan harga preloved.

“Responsnya bagus. Ada yang sampai kaget karena mendapatkan fashion yang bagus dengan harga yang jauh lebih murah. Itu yang membuat mereka merasa senang,” kata Annisa.

Ingin Preloved Jadi Gerakan Rutin

Bagi Annisa, pengalaman mengikuti GAUL 2026 semakin memperkuat keyakinannya bahwa pasar fashion preloved memiliki peluang untuk berkembang.

Ia berharap kegiatan serupa tidak hanya hadir sebagai acara sesekali, tetapi dapat menjadi agenda rutin yang mempertemukan penjual dan pemburu fashion preloved.

Menurutnya, semakin sering transaksi fashion preloved dilakukan, semakin besar pula peluang pakaian yang masih layak digunakan untuk berpindah tangan dan mendapatkan kehidupan baru.

“Harapannya event seperti ini bisa rutin setiap bulan. Jadi fashion terus bergulir. Masyarakat mendapatkan pakaian berkualitas dengan harga terjangkau, sementara pakaian yang masih bagus juga tidak terbuang,” ujarnya.

Kehadiran @Annisathatsa di GAUL 2026 sekaligus memperlihatkan bahwa preloved kini tidak lagi identik dengan barang bekas yang sekadar murah. Dengan seleksi produk yang baik, fashion preloved dapat menjadi alternatif bagi masyarakat untuk tampil stylish sekaligus lebih bijak dalam berbelanja.

Di tengah industri fashion yang terus berkembang, pilihan membeli dan menjual pakaian preloved menjadi salah satu cara sederhana untuk memperpanjang usia sebuah produk dan mengurangi potensi pakaian terbuang percuma.

Annisa pun membuktikan, fashion berkelanjutan bisa dimulai dari lemari sendiri—dengan memberi kesempatan kedua bagi pakaian yang masih layak untuk kembali bergaya bersama pemilik barunya.***

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *