Bukan Sekadar Nyanyi, Maysha Jhuan Buka Cerita Pribadi Lewat “Kamu Doang”

banner 468x60

MPTV Indonesia – Bagi Maysha Jhuan, “Kamu Doang” bukan sekadar single baru. Lagu yang dirilis pada 31 Juli 2026 di bawah naungan My Music Records tersebut menjadi penanda babak baru dalam perjalanan bermusiknya.

Untuk pertama kalinya, Maysha terlibat langsung dalam proses penulisan lagu dari nol. Bersama Roommate Project yang beranggotakan Raymond Aditya dan Aldi Fachrobby, ia mengolah pengalaman, karakter, hingga pergulatan perasaan menjadi sebuah lagu yang terdengar ringan namun menyimpan cerita cukup dalam.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Menariknya, “Kamu Doang” justru lahir dari situasi yang sangat dekat dengan kehidupan banyak orang: ketika hati sudah mulai berkata iya, tetapi mulut masih sibuk mengatakan tidak.

Lagu yang Berawal dari Sebuah Penyangkalan

“Kamu Doang” menggambarkan sosok perempuan yang sebenarnya mulai menemukan kembali rasa percaya terhadap cinta. Setelah melewati pengalaman masa lalu, ia sempat berjanji untuk tidak kembali membuka hati.

Janji itu kemudian diuji ketika hadir seseorang yang perlahan menunjukkan bahwa dirinya berbeda.

Alih-alih langsung menerima perasaan tersebut, sang perempuan justru memilih bertahan dalam posisi denial.

“Cewek ini masih denial. Dia overwhelmed sama semua keadaan yang ada, bingung apakah perasaan ini beneran ada atau enggak, karena dia sudah bertekad tidak mau jatuh cinta lagi,” ujar Maysha.

Karakter tersebut kemudian menjadi pusat cerita lagu. Ada rasa penasaran, ketakutan, gengsi, sekaligus keinginan untuk kembali percaya bahwa cinta bisa berakhir dengan sesuatu yang baik.

Maysha Menulis dari Pengalaman Emosional

Keterlibatan Maysha sebagai songwriter membuat proses pengerjaan “Kamu Doang” terasa lebih personal.

Ia tidak hanya bertugas menyanyikan lirik yang sudah jadi, tetapi ikut menentukan cerita dan emosi yang ingin disampaikan kepada pendengar.

Proses tersebut dimulai dari diskusi bersama Roommate Project untuk mencari kata pembuka reff yang paling kuat.

Setelah melalui berbagai pertimbangan, kata “diam-diam” akhirnya dipilih.

Sederhana, tetapi kata tersebut dianggap mampu menggambarkan karakter seseorang yang sedang jatuh cinta tanpa berani mengatakannya.

Dari sana, cerita lagu berkembang menjadi gambaran tentang seseorang yang diam-diam memperhatikan, diam-diam berharap, bahkan diam-diam mulai jatuh cinta.

Proses penulisan lirik sendiri berlangsung sekitar satu setengah jam, sementara keseluruhan proses penciptaan lagu memakan waktu kurang lebih tiga jam.

Ketika Gengsi Menjadi Bagian dari Cerita

Maysha mengakui bahwa cerita “Kamu Doang” memiliki kedekatan dengan karakternya.

Ia bahkan mengaitkan sisi keras kepala dan gengsi yang ada dalam karakter lagu dengan dirinya sebagai seorang Taurus.

“Semua situasinya sebenarnya udah mendukung aku buat jatuh cinta. Tapi cuma gara-gara gengsi yang udah setinggi langit, setembok-tembok China, aku jadi takut dan enggak mau mengakuinya,” kata Maysha.

Pengakuan tersebut sekaligus menjelaskan mengapa “Kamu Doang” tidak dibuat menjadi lagu cinta yang terlalu serius.

Maysha justru memilih menyampaikan konflik emosional tersebut dengan cara yang lebih fun.

Japanese City Pop Jadi Pilihan

Dari sisi aransemen, Maysha memilih Japanese city pop sebagai identitas musik “Kamu Doang”.

Genre tersebut belakangan menjadi salah satu musik yang paling sering didengarkan Maysha. Karena itu, ketika instrumental city pop mulai dipadukan dengan konsep lagu, ia merasa warna musik tersebut langsung menemukan bentuknya.

“Aku sudah lama banget enggak ngerilis lagu upbeat. Begitu instrumental city pop digabungkan dengan semua elemen musiknya, langsung nge-blend banget, langsung berasa ini lagunya,” ungkapnya.

Pilihan tersebut membuat “Kamu Doang” hadir dengan karakter groovy, upbeat dan easy listening.

Di balik musiknya yang ceria, pendengar justru diajak masuk ke cerita seseorang yang sedang berperang dengan perasaannya sendiri.

Ada Pelajaran dari Proses Rekaman

Penggarapan vokal juga memberikan pengalaman baru bagi Maysha.

Dalam prosesnya, ia mendapat arahan dari Mohammed Kamga untuk mengolah harmoni dan suara latar.

Namun, bukan teknik vokal yang paling membekas bagi Maysha, melainkan sebuah pesan sederhana dari Kamga: bernyanyi dengan jujur.

“Kak Kamga bilang, di lagu ini aku enggak perlu nyanyi bagus, aku cuma boleh nyanyi jujur. Simple,” ujar Maysha.

Pesan tersebut membuat Maysha mengubah pendekatannya saat menyanyikan lagu.

Ia tidak lagi berusaha memberikan vokal yang terlalu berlebihan, tetapi lebih fokus menyampaikan emosi yang ada dalam cerita.

Visualisasi Perasaan yang Tak Bisa Diucapkan

Cerita “Kamu Doang” kemudian diperluas melalui music video yang digarap Gaby & David dari rumah produksi YOUKNOWWHOFILM.

Video tersebut menerjemahkan konflik batin Maysha melalui kehadiran seorang lelaki yang terus berusaha mendekatinya.

Pada awalnya, Maysha masih mempertahankan jarak dan rasa waspada.

Namun, perhatian yang diberikan secara konsisten membuat rasa penasaran perlahan tumbuh.

Dari yang awalnya menolak, kemudian mulai mempertanyakan perasaan sendiri, hingga akhirnya perlahan luluh.

Visual tersebut menjadi representasi perjalanan emosi dalam lagu: dari menutup diri, menjadi penasaran, kemudian berani menerima kenyataan.

Maysha Ingin “Kamu Doang” Menemukan Pendengarnya

Maysha berharap lagu ini dapat menjadi teman bagi siapa saja yang pernah mengalami situasi serupa.

Bukan hanya tentang jatuh cinta, tetapi tentang keberanian untuk mengakui bahwa seseorang mungkin masih memiliki ruang untuk mencintai setelah mengalami kekecewaan.

Jika mendapatkan respons positif, Maysha juga memiliki keinginan untuk membawa lagu tersebut ke panggung pertunjukan secara langsung, termasuk membuka peluang tampil di luar Indonesia.

“Kamu Doang” kini dapat didengarkan melalui berbagai platform musik digital serta kanal YouTube My Music Records.

Lewat single ini, Maysha Jhuan seolah ingin mengatakan bahwa terkadang proses jatuh cinta tidak selalu dimulai dengan keberanian.

Bisa saja semuanya berawal dari penyangkalan.

Dari “enggak mungkin”, berubah menjadi “mungkin iya”, hingga akhirnya tersisa satu pengakuan sederhana: ternyata memang kamu doang.***

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *