JAKARTA, MPTV INDONESIA – Banyak musisi merilis ulang lagu lama untuk menghadirkan nuansa baru. Namun, langkah yang diambil band pop-alternatif Porosatas terasa berbeda. Lewat “No Love! (Alternate Version)”, mereka tidak hanya mengaransemen ulang sebuah lagu, tetapi juga memperkenalkan identitas musikal baru dengan menggandeng bassist Dewa 19 sekaligus BandSAT!, Yuke Sampurna.
Lagu yang sebelumnya hadir dalam album debut Zonked and Zany (2024) kini tampil dengan energi yang jauh lebih eksplosif. Permainan bass slap khas Yuke menjadi elemen utama yang mengubah karakter lagu, membawa “No Love!” keluar dari pakem pop-alternatif menuju wilayah funk dan acid jazz yang lebih berani.
Pilihan untuk menggarap ulang “No Love!” bukanlah keputusan acak. Menurut Porosatas, lagu tersebut memiliki ruang eksplorasi paling luas sekaligus paling cocok dipadukan dengan karakter permainan Yuke Sampurna.
“No Love! terasa sebagai lagu yang paling cocok karena secara musikal memang berada di habitat alami seorang Yuke Sampurna,” ungkap Dony Brasco.
Meski dibalut aransemen yang ceria dan ritmis, lagu ini menyimpan cerita yang emosional. “No Love!” mengangkat realitas tentang hubungan pertemanan yang perlahan memudar seiring perubahan fase kehidupan. Tanpa konflik besar maupun perpisahan dramatis, kedekatan perlahan hilang ketika masing-masing memilih jalan hidup yang berbeda.
Tema tersebut dipadukan dengan komposisi musik yang lahir secara spontan melalui sesi jam session. Berawal dari sebuah riff gitar sederhana, lagu ini berkembang menjadi karya utuh hanya dalam waktu singkat. Proses kreatif yang organik itu kemudian diperkaya oleh berbagai referensi musik, mulai dari The 1975, Tania Maria, hingga sentuhan improvisasi ala Miles Davis.
Kolaborasi Porosatas dengan Yuke bermula dari pertemuan di showcase Cari Wangsit pada November 2025. Seusai menyaksikan penampilan band tersebut, Yuke menyampaikan ketertarikannya untuk ikut terlibat dalam proyek mereka. Komunikasi yang terus terjalin akhirnya berkembang menjadi sesi latihan bersama hingga lahirlah ide menghidupkan kembali “No Love!” dalam wajah yang sama sekali berbeda.
Secara produksi, versi terbaru ini juga mengalami perubahan signifikan. Jika versi original diproduseri seluruh personel Porosatas dengan Dhani Widjanarko sebagai Executive Producer dan proses mixing-mastering oleh Nico Veriyandi, maka pada versi terbaru Yuke turut duduk sebagai produser. Proses remaster dipercayakan kepada Wawan TMG yang berhasil menghadirkan karakter suara lebih padat, agresif, dan dinamis.
Transformasi tersebut sekaligus menjadi sinyal bahwa Porosatas tengah memasuki fase baru dalam perjalanan bermusik mereka. Band ini tidak lagi terpaku pada satu warna, melainkan mulai mengeksplorasi berbagai kemungkinan musikal yang lebih luas melalui kolaborasi lintas generasi.
Sebagai pelengkap perilisan, Porosatas juga memperkenalkan video musik “No Love! (Alternate Version)” yang diproduksi oleh WSB Production. Video tersebut resmi tayang perdana pada 15 Juli 2026 dalam acara Listening Party & Showcase di Gasskiw, Kemang, Jakarta Selatan, sementara versi audionya mulai tersedia di seluruh layanan digital streaming sejak 17 Juli 2026.
Dengan rilisan ini, Porosatas membuktikan bahwa sebuah lagu lama dapat memiliki kehidupan baru ketika dipadukan dengan keberanian bereksperimen. “No Love! (Alternate Version)” bukan sekadar remake, melainkan deklarasi bahwa perjalanan kreatif mereka baru saja memasuki babak yang lebih segar dan penuh kejutan.***










